4 Kerugian Seorang Pria Ketika Sudah Jadi Ayah. Ingat, Hidup Cuma Sekali!

karakter-ayah-yang-buruk karakter-ayah-yang-buruk

Menjadi kepala keluarga tentunya berbicaran belaka soal memberi nafkah untuk istri dan anaknya. Salah satu yang nggak kalah berkuasa dalam menjadi seorang ayah adalah ikut serta dalam mendidik anak. Seorang jantan di luar sana mungkin masih banyak yang beranggapan bahwa mengurus anak nantinya adalah tugas seorang istri. Kalau sampai saat ini masih ada jantan yang beranggapan seperti itu, maka termasuk calon Dads yang merugi.

Mendidik anak ungkapn sepenuhnya tugas seorang istri, suami juga harus ikut merawatnya. Untuk para lelaki yang sudah menjadi suami dan Dads, bertanggung reaksi memberi nafkah saja nggak cukup. Ada beberapa hal yang lebih bermanfaat dari sekadar itu, karena sesuatu yang bahkan nggak terlihat justru yang paling dibutuhkan.

Agar nggak tertidak cepat dan menyesal di kemudian hari, berikut tanda-tanda seorang Ayah yang rugi dan akhirnya menyesal di kemudian hari. Dads jangan sampai melakukan ini, ya!

1.Seorang Ayah yang nggak mau peduli perkembangan anaknya. Yang terbena baginya adalah mencukupi kebutuhan si anak dan mengecerkan apa saja yang anak inginkan

Mungkin dengan dibelikan apa yang anak inginkan, seorang Ayah sudah merasa mencukupi kebutuhannya. Akan tetapi, nggak selamanya hal itu bagus untuk perkembangan anak. Kehadiran Ayah di samping anak juga sangat bena. Para Ayah akan sangat rugi jika melampaukan masa emas anak karena nggak akan pernah terulang saat mereka dewasa.

2.Seorang Ayah yang nggak mencoba untuk akrab dengan anak ketika batas luang. Ia malah sibuk dengan smartphone atau hobinya

Kesibukan seorang Ayah seringkali tetapi punya batas tumbuh sececah untuk anaknya. Namun jangan sampai saat batas tumbuh luang, malah lebih memilih sibuk dengan smartphone dariala main sebanding anak. Ini adalah contoh Ayah yang rugi karena nggak mencoba ambang dengan anaknya. Jadi, jangan kaget kalau anak sudah remaja malah ambang dengan orang lain karena merasa selalu dicueki Ayahnya.

3.Seorang Ayah yang bergiat dari pagi-pagi buta dan pulang larut malam semaka dekat nggak pernah ketemu anaknya. Ia pun nggak berusaha membagi waktunya

Di luar sana mungkin masih penuh Ayah yang mencari nafkah dari pagi hingga larut malam karena kebergunaan tertentu. Salah satunya sengaja berangkat pagi banget buat menghindari kemacetan dan ketika pulang, anak sudah cukup terlelap. Sekalinya ada waktu, malah dihabiskan berklop teman-temannya. Ini tentunya menciptakan anak nggak kenal sosok Ayahnya. Si Ayah juga pasti akan menyesal karena si anak nantinya merasa canggung dengan sosok ayahnya lantaran mendekati nggak pernah bertemu.

4.Ayah yang ambisius, tempramental dan seringkali melampiaskan kekesalannya di depan anak

Sibuk bekerja memang kadang masih wajar. Akan tetapi jika kekesalan di tempat kerja dibawa sampai ke rumah pastinya sudah keterkemudianan. Apalagi ketika si anak sengaja menunggu Ayah pulang, namun sesampainya di rumah justru mendapatkan sambutan yang kurang menyenangkan dari si ayah. Capek kerja atau sedang bermaalpa di tempat kerja memang hal yang wajar, asal jangan dibawa pulang dan melampiaskan di istri dan anak.

Mumpung belum terlanjur, sesaling menolongnya hindari perilaku tersebut. Seorang Ayah punya peran penting untuk tumbuh kembang anak. Bahkan penelitian juga menyebutkan bahwa sosok Ayah memiliki peran penting dalam pembentukan karakter anak. Anak yang dekap dengan Ayahnya lebih memiliki kecerdasan emosional yang bagus. So, buat calon Ayah, jangan menjadi ayah yang rugi seperti yang sudah Mamin tuliskan di atas, ya!