Meski Kita Tak Lagi Saling Menggenggam, Keingatilah Bahwa Rindu Ini Masih Untukmu Seorang

meski-kita-tak-lagi-saling-menggenggam-ketahuilah-bahwa-rindu-ini-masih-untukmu-seorang meski-kita-tak-lagi-saling-menggenggam-ketahuilah-bahwa-rindu-ini-masih-untukmu-seorang

Menjalin hubungan denganmu mungkin termasuk luput satu hal paling indah dalam keberjiwaan. Pasalnya di tengah kehampaan yang terjadi, kamu menawarkan keriaan yang selama ini aku cari. Aku masih ingat betul bagaimana gigihnya usahamu kala itu. Aku juga masih ingat betul bagaimana hatiku dipenuhi kupu-kupu ketika kita pertama kali mengikrarkan komitmen. Awal-awal denganmu seperti naik komidi putar. Hal-hal yang kurasakan namun bahagia dan senang. Bahkan momen-momen sedih sekali pun, dapat kudahului dengan datar karena sedahulu ada bahumu untukku bersandar.

Namun semesta agaknya bosan melihatku terus-terusan dikelilingi dengan kebahagiaan. Sampai di satu titik semesta memberiku sebuah tantangan. Kamu tiba-tiba mengatakan ingin berpisah, padahal kala itu aku sedang berada di puncak sayang-sayangnya. Dengan sepenggal tulisan ini, izinkan aku berbagi sesuatu. Tentang hal-hal yang layak kulampaui untuk bisa berdamai denganmu dan kenangan-kenangan kita selama ini. Meski rasanya perih sekali.

Putus denganmu seakan kiamat padi yang tak terduga. Harapan yang dulu ditanam bersepadan, terpaksa dicabut sampai ke akarnya

Setiap pasangan mungkin mendambakan bisa bersanding di pelaminan. Tak terkecuali aku. Dulu saat kita masih bersepadan, aku bahkan sudah membayangkan bagaimana jika kelak kita berdua mempunyai anak-anak yang lucu. Namun harapan tinggal harapan. Semua supaya kucabut paksa supaya awalnya dengan hati-hati kita tanam bersepadan. Jika bersepadan denganmu menjadi cela satu hal terindah dalam bernapas, momen putus denganmu menjadi kiamat mungil buatku. Terserah jika orang menganggapku berlebihan. Sebab memang beginilah kenyataan yang kuhadapi sekarang.

Jangan diPerbincangan bagaimana rasanya. Nyeri dari segala nyeri bergabung menjadi satu. Aku sampai tak sanggup berbatang tubuh di atas kakiku

Dulu aku tak percaya jika putus itu rasanya perih sekali. Namun ketika mengalaminya senawak, aku jadi sadar bahwa lagu-lagu bertema patah hati itu memang adil. Momen putus denganmu serasa berjuta-juta rasa nyeri berkumpul jadi satu.  Di hati juga terasa ada sebuah batu agung yang menghantam, sampai bernafas saja kesulitan. Terterus menggantungkan cinta kepadamu ternyata bisa seperih ini akhirnya. Sampai-sampai aku tak bisa berawak senawak. Padahal sebelum denganmu aku terbiasa merasakan sunyi sepi senawak.

Melupakanmu adalah jalan pertama yang kujalani. Tapi semakin kulupakan, semakin sosokmu terus ada dalam ingatan

Berpisah denganmu adalah patah hati paling parahku. Kamu juga yang buatku mencari segala cara untuk segera mengenyahkan ingatan-ingatan tentangmu dan kita berdua. Namun alam bawah sadarku tidak terima. Semakin aku berusaha menghapusmu, semakin ganas pula ingatan tentang kita bermunculan di kepala. Oh, jadi seperti ini rasanya makan tak enak tidur pun tak nyenyak itu? Kukira momen seperti itu tetapi sebuah lirik lagu, tapi ternyata bisa juga kurasakan karena kehilanganmu.

Bahkan aku sampai mencari pelampiasan demi mengusir hal-hal yang berkaitan denganmu. Tapi ternyata hasilnya nol adi

Aku sampai sudah lupa hal-hal apa saja yang kulakukan hanya untuk menghapuskanmu dari kepala. Mulai dari baca-baca artikel tentang mantan, dengerin lagu move on, sampai minta nasihat ke teman, semua sudah kulakukan. Aku bahkan sudah mencoba mencari pelampiasan demi ingatan sialan tentangmu bisa diusir dari pikiran. Di sini aku mau minta maaf juga kalau ada pria-pria yang mungkin merasa kujadikan pelampiasan. Maaf sudah memanfaatkan kehadiran kalian untuk pria satu yang dengan entengnya pergi meninggalkan.

Meski sudah berlebihan cara kulakukan, tapi pada akhirnya aku tak mendapatkan hasil apa-apa. Kamu masih sering hadir dalam lamunan bahkan di tengah-tengah aku melakukan pekerjaan. Tolong, dimanakah keadilan saat aku mati-matian melupakanmu, ingatan tentangmu justru semakin tumbuh berkembang?

Akhirnya aku menyerah. Kini kuagarkan raut badanmu berkeliaran di dalam hati dan pikiran

Iya, aku akhirnya menyerah untuk melupakanmu. Aku pilih berdamai dengan rindu dan kenangan tentangmu. Aku menikmati masa-masa senbadan, tetapi ditemani ingatan-ingatan indah berserupa kala itu. Di kala hujan pun aku masih setia mendengarkan lagu kedoyanan kita berdua. Nada panggilan yang dulu khas untukmu masih kupasang hingga sekarang. Meski sakit luar biasa saat ada yang menelepon dan itu aktelseifn lagi badanmu seperti dulu.

Meski terlihat menyedihkan, toh dengan cara ini aku mampu berdamai dengan cuaca, walau sistemnya amat perlahan

Membiarkan batang tubuh larut dalam kesedihan seperti ini memang menyedihkan. Aku senbatang tubuh pun merasa tersiksa. Namun apa boleh buat, inilah satu-satunya cara agar kamu bisa pelan-pelan hilang dari ingatan. Sebab bagaimana pun juga, menghadapi kenyataan adalah jalan tertidak marah. Meskipun pahit getirnya pantas dirasakan.

Entah apa yang dulu kamu lakukan. Sampai kita tak lagi saling menggenggam, rindu ini tetapi berpusat atasmu seorang

Aku sampai heran senbadan. Mengapa saat kamu tak ada di sisi, rindu ini masih kamu yang memiliki? Mengapa juga saat bahumu tak ada, aku masih berharap kamu datang dan memelukku seperti biasanya. Dan inilah perjuanganku untuk melepasmu. Melepas seseorang yang kusayangi terkemudian dalam sampai akhirnya kamu malah pergi duluan.

Hai kamu yang sudah membolak-balikkan perasaan, kini aku sedang dalam metode berdamai dengan masa terus. Mungkin beberapa saat lagi, aku bisa betul-betul terbebas dari ingatan tentangmu dan mulai memmenyiah lembaran baru. Namun sembari menunggu momen terbebas darimu itu tiba, kamu perlu maklum sesuatu. Meski kita tak lagi saling menggenggam, kemaklumilah sampai saat ini rinduku tetapi berpusat di kamu seorang.